Instalasi Solar Panel di Sekolah Sebagai Energi Baru Terbarukan

Salah satu teknologi pembangkit energi baru terbarukan yang sedang banyak dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau yang juga sering disebut dengan solar panel. PLTS merupakan kontributor terbesar saat ini dalam menggantikan energi fosil dengan energi panas matahari. Solar panel menjadi teknologi transisi EBT yang mudah dibangun dibandingkan dengan teknologi lainnya, karena memiliki biaya investasi yang dapat disesuaikan dengan ukuran panel yang akan dibangun, dapat dipasang di berbagai tempat, dan memerlukan perawatan yang mudah. Salah satu yang kini juga mulai banyak dipertimbangkan adalah instalasi solar panel di sekolah.

Potensi energi baru terbarukan Indonesia belum sepenuhnya optimal. Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa potensi energi baru terbarukan Indonesia sangat besar, dapat mencapai 3,61 gigawatt untuk diubah menjadi listrik. Jumlah tersebut cukup besar, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik dari Sabang hingga Merauke selama beberapa tahun mendatang. Sayangnya, potensi besar ini belum dimanfaatkan sepenuhnya karena masih terdapat berbagai kendala. Itulah mengapa solar panel di sekolah banyak diharapkan untuk lebih banyak dikembangkan. 

Solar panel di sekolah untuk penuhi kebutuhan listrik

Panel surya di sekolah memberikan banyak manfaat untuk kegiatan pembelajaran sehari-hari. Banyak perangkat pendukung pengajaran sekolah yang kini bergantung pada energi listrik untuk beroperasi. Misalnya, proyektor, televisi, speaker, lampu, colokan listrik untuk mengisi daya smartphone dan laptop, serta pompa untuk pengaliran air. Kebutuhan listrik dalam mendukung proses pendidikan sangatlah tinggi, oleh karena itu kehadiran panel surya di sekolah sangatlah bermanfaat. Panel surya di sekolah dapat menyediakan sebagian besar kebutuhan listrik untuk proses pembelajaran tersebut, bahkan jika panel surya di sekolah dibangun dengan kapasitas yang besar, mereka dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik sepanjang hari.

Solar panel di sekolah juga dapat mengurangi tagihan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) setiap bulannya karena sebagian kebutuhan listrik diproduksi secara mandiri dan digunakan tanpa biaya. Namun, sekolah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada panel surya saja tanpa dukungan dari PLN. Mengapa? Karena panel surya di sekolah hanya dapat menghasilkan listrik pada siang hari saja, sementara pada malam hari masih diperlukan pasokan listrik dari PLN. Selain itu, kehadiran listrik dari PLN memberikan rasa aman karena menjamin ketersediaan listrik pada saat cuaca buruk dan sinar matahari terhalang oleh awan.

Solar panel di sekolah demi pendidikan masa depan

Selain berfungsi sebagai penyedia listrik bagi sekolah, panel surya juga berperan sebagai contoh nyata dalam penerapan pembangkitan listrik dari energi surya. Di sekolah-sekolah, tentu saja diajarkan mengenai berbagai jenis energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan daripada energi fosil. Dengan membangun panel surya di sekolah secara langsung, siswa akan dapat melihat bagaimana pelajaran mereka diaplikasikan dalam praktik. Mereka juga akan mendapatkan pengalaman langsung tentang sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan menggunakan listrik yang dihasilkan dari PLTS tersebut. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam daripada sekadar teori dan pengetahuan saja.

Solar panel di sekolah untuk membantu program zero emission pemerintah

Saat ini pemerintah sedang giat melaksanakan berbagai program untuk mengurangi emisi gas karbon. Bahkan, regulasi perdagangan karbon telah diterapkan untuk mengendalikan gas emisi yang dihasilkan. Selain itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebagai bentuk energi baru terbarukan juga menjadi fokus utama saat ini. PLTS mulai dibangun di berbagai gedung perkantoran, instansi pemerintah, dan juga di sekolah-sekolah sebagai bagian dari transisi bertahap ke EBT.

Semakin banyak panel surya di sekolah yang dibangun, akan membantu pemerintah dalam mempercepat pencapaian program transisi energi dan target nol emisi karbon. Bayangkan berapa banyak gedung sekolah di Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Tidak hanya di atap gedung, tetapi juga di area lapang sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal, panel surya dapat dipasang. Semakin banyak sekolah yang mampu mandiri dalam menghasilkan listrik tenaga surya, semakin besar kontribusinya dalam mengurangi emisi gas karbon akibat pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang disediakan oleh PLN.

Dengan potensi energi baru terbarukan Indonesia yang belum sepenuhnya teroptimalkan, penggunaan solar panel di sekolah menjadi solusi yang efektif dan ramah lingkungan. Panel surya di sekolah tidak hanya memberikan manfaat sebagai sumber listrik yang terjangkau dan berkelanjutan, tetapi juga sebagai contoh nyata penerapan energi surya dalam pembelajaran. Untuk mendukung program transisi energi dan mengurangi emisi karbon, pihak sekolah dapat memanfaatkan dukungan tim profesional untuk menangani instalasi PLTS seperti Catur Elang Energi (CEE). Dengan tenaga ahli dan garansi hingga 25 tahun, solar panel CEE dapat menjadi pilihan yang menjamin kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam jangka panjang. 

Tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut tentang produk dan layanan kami? Hubungi tim marketing CEE untuk informasi selengkapnya! (Septiani)

Similar Posts