Apa Perbedaan Off Grid dan On Grid ?

Meskipun telah menjadi tren global, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia terbilang masih sangat rendah. Kurangnya edukasi baik dari sisi manfaat PLTS, cara pemasangan, serta biaya yang cukup tinggi menjadi beberapa faktor yang menghambat penggunaan PLTS di Indonesia. Dorongan penghematan penggunaan listrik konvensional berbahan bakar fosil mendorong pemerintah semakin gencar melakukan sosialisasi dan menjadikan kantor-kantor pemerintahan di berbagai daerah menjadi role model pemasangan PLTS on-grid.

Upaya pemerintah tersebut sudah mulai membuahkan hasil. Minat dan keingintahuan masyarakat terhadap PLTS semakin meningkat. Meskipun begitu, masih banyak yang kurang memahami bahwa ada beberapa jenis PLTS yang memiliki spesifikasi, karakteristik dan fungsi yang berbeda. Dua di antaranya yang cukup populer digunakan adalah PLTS on-grid dan PLTS off-grid. Apa perbedaan antara kedua jenis PLTS tersebut? Silakan simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Mengenal PLTS On-grid

Sesuai namanya, PLTS on-grid merupakan jenis yang dapat bekerja bila aliran listrik terhubung dengan daya dari PLN. Oleh sebab itu, masyarakat yang ingin melakukan instalasi PLTS on-grid harus telah terdaftar sebagai pelanggan PLN dan menggunakan meteran listrik pascabayar.

PLTS on-grid umumnya ditempatkan pada atap bangunan yang dapat terkena sinar matahari langsung tanpa penghalang apapun. Dalam instalasinya dibutuhkan sebuah alat yang bernama meteran ekspor-impor (exim). Meteran exim tersebut berfungsi untuk menyimpan kelebihan daya yang diproduksi unit PLTS saat siang hari. Tabungan energi tersebut nantinya akan mengurangi perhitungan daya yang digunakan dari listrik PLN ketika malam hari. Besarnya pengurangan sesuai dengan nilai listrik yang di ekspor ke PLN dikali 65%.

Sekilas Tentang PLTS Off-grid

PLTS off-grid memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis PLTS on-grid. Saat menggunakan PLTS off-grid, pelanggan tidak diwajibkan terhubung dengan jaringan listrik PLN. Oleh sebab itu, PLTS off-grid sering dijumpai di daerah-daerah yang tidak terjangkau akses listrik PLN. Hal ini karena daerah tersebut tidak terhubung dengan jaringan listrik PLN dan PLTS off-grid umumnya membutuhkan dukungan baterai sebagai tempat penyimpanan daya ketika PLTS tidak mendapat sinar matahari.

Dengan mengandalkan baterai sebagai satu-satunya media penyimpanan daya untuk suplai listrik ketika panel tidak dapat menghasilkan energi listrik, maka besarnya kapasitas penyimpanan baterai sangat berpengaruh. Penggunaan baterai sebagai penyimpanan energi listrik juga mengakibatkan biaya instalasi PLTS off-grid umumnya lebih besar. Selain membutuhkan banyak peralatan khusus, pemasangan perangkat juga cenderung lebih rumit, seperti diperlukannya pemasangan inverter sentral, meteran kWh serta baterai itu sendiri.

Dalam segi perencanaan, pemasangan PLTS off-grid juga perlu memperhitungkan besarnya ukuran panel surya serta kapasitas baterai agar dapat memenuhi beban penggunaan listrik harian. Pengguna tentu tidak ingin kehabisan daya listrik saat malam hari dan terganggu aktivitasnya. Perencanaan perawatan berkelanjutan serta penggantian baterai secara berkala juga perlu diperhitungkan dengan matang, karena pada umumnya, masa pakai baterai jauh lebih singkat daripada usia pakai panel surya.

Kesimpulan Perbedaan PLTS On-grid dan PLTS Off-grid

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa perbedaan mendasar antara PLTS on-grid dengan PLTS off-grid sebagai berikut:

  1. Keterhubungan dengan jaringan PLN

Pemasangan PLTS on-grid harus tersambung dengan jaringan PLN, sedangkan pada PLTS off-grid tidak membutuhkan sambungan dengan jaringan PLN.

  1. Medan yang cocok

Pada PLTS on-grid, pengguna harus sudah terdaftar sebagai pelanggan PLN dengan jenis tagihan pascabayar. Sedangkan PLTS off-grid cocok digunakan pada daerah-daerah yang tidak terjamah aliran listrik PLN.

  1. Perangkat yang dibutuhkan

Pada PLTS on-grid, penggunaan baterai tidak diperlukan. Pelanggan hanya perlu memasang meteran exim sebagai pengukur besarnya daya yang digunakan dari PLN dan sisa energi yang ditabung. Sedangkan pada PLTS off-grid baterai menjadi komponen penting sebagai tempat penyimpanan daya listrik.

  1. Biaya instalasi dan perawatan

Kerumitan instalasi dan komponennya, menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk instalasi dan perawatan PLTS off-grid umumnya lebih besar dibandingkan PLTS on-grid. Rata-rata, pengeluaran pada PLTS off-grid mencapai empat kali lipat daripada pada PLTS on-grid.

Orang-orang yang berada di daerah dengan jangkauan jaringan PLN, umumnya lebih banyak memilih PLTS On-grid. Penggunaan yang lebih mudah juga membuatnya lebih banyak diminati, terlebih yang didukung dengan sistem monitoring digital seperti panel surya Catur Elang Energi. Pengguna dapat mengetahui secara real-time mengenai daya yang dihasilkan oleh panel dan besar penggunaannya. Ingin mengetahui lebih banyak tentang hal tersebut? Silakan menghubungi tim marketing CEE! (Septiani)

Similar Posts